Archive | Prosa Lirik

MEMANDANG KOTA DARI PUNCAK NAMSAN

MEMANDANG KOTA DARI PUNCAK NAMSAN Tengsoe Tjahjono   Betapa mudah kota digenggam lalu dilepas seperti mainan. Anak-anak lalu bersorak memandang tumpukan kubus yang berserak di jalan Tak ada yang boleh menangis atau tertawa. Diam diredam cuaca yang kabut   tak ada kota besar atau kecil. Yang ada hanyalah mata yang memandang dari sudut paling disuka, [...]

Read the full story

Posted in Prosa Lirik, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kesepian, Puisi Ma'af, Puisi Malam, Puisi Reflektif, Puisi Rindu, Puisi Romantis, Puisi Sosial0 Comments

BUJUR SANGKAR MUSIM

BUJUR SANGKAR MUSIM Tengsoe Tjahjono   pada sisi mana sebidang musim kamu letakkan. Hamparan kuning Canola bertumbuhan di mata. Seekor burung rela menunggu waktu membukakan kuncup menjadi kembang. Entah, pada sisi itu kamu di mana   siapa pun selalu menunggu. Menyusun kata cinta dalam guyuran Cherry Putih, Forsythias, Azaleas, dan bunga-bunga liar. Terbuka bersama kelopak, [...]

Read the full story

Posted in Prosa Lirik, Puisi Alam, Puisi Cinta, Puisi Kenangan, Puisi Luka, Puisi Reflektif0 Comments

TAHAJJUD PANTURA

TAHAJJUD PANTURA oleh: Mohammad Faizi Pariwisata Di sepertiga malam yang terakhir engkau menekur di atas sajadah, betapa indah kaulihat anak istrimu terlelap saat kaujaga kaukhusyuk dan tenang dalam berdoa Di sepertiga malam yang terakhir aku mengelih dengan tajam, betapa capai kulihat hanya kegelapan atau lampu kendaraan dipermainkan tempo lalu lintas yang sinkop ngebut di jalan [...]

Read the full story

Posted in Prosa Lirik, Puisi Alam, Puisi Cinta, Puisi Luka, Puisi Ma'af, Puisi Reflektif, Puisi Religi0 Comments

DARI AUSTRALIA DENGAN CINTA

DARI AUSTRALIA DENGAN CINTA Oleh: Harits Masduqi Oh cintaku, andai kau bersamaku di Aussie, rasanya ingin kutumpahkan semua isi perasaanku. If only you knew, I also dropped my tears and felt my heart dying inside. Don’t you realise I miss you like crazy? Akupun hanya berani mencurahkan semuanya di selembar kertas dengan coretan berima dan [...]

Read the full story

Posted in Prosa Lirik, Puisi Rindu0 Comments

PEMETIK HUJAN

PEMETIK HUJAN Hamiddin Senja beringsut membawa berita Jalan-jalan senyap dengan bunga dan tegur sapa Langit menderita Pohon-pohon sakit kusta Sepucuk surat telah kukirim baru saja Alamatnya, tempatmu menunggu pancaroba Kemarau yang sepi Dan aku yang kau biarkan sendiri Menunggumu memetik pucuk-pucuk hujan malam ini Malang, 14 Nopember 2012

Read the full story

Posted in Prosa Lirik, Puisi Cinta, Puisi Reflektif2 Comments

SAMUDRA KASTURI CINTA (buat : Gadis berkerudung putih)

Kuadukan teratai malam pada mimpi di balik penghujung hari yg menepi Bias wajahmu mendayu di pelupuk malam pada bait puisi cinta yg mendayu ingin kuraih selendang jilbabmu yg terbias di rias ayu cantikmu Engkaulah kelana angin semilir yg membawa aroma kasturi rindu tawarkan jelma di pintu langit untuk karamkan makna kantata Biarlah murai sisiri pantai [...]

Read the full story

Posted in Prosa Lirik0 Comments

LANGIT LAUT TERPATAH

Di gerbang cakrawala Jemari langit tirus terpatah tiga Lelangkah tepi laut di batas anak pantai Menyisir kelopak mega di tepian gelombang Aku berkelana memetik tangis telaga bunga menjamah bilur bulir pasir menggores mimpi di lautan api Pecah langkah ini pilu di kedalaman gugus telaga biru Sumenep, 25 Sept 2012

Read the full story

Posted in Prosa Lirik0 Comments

PADA MAGRIBMU

PADA MAGRIBMU Hamiddin Pada magribku Saat aku mengenang wajahmu yang berwarna keemasan Dimana perih dan kenangan telah rampung dalam percakapan Akupun menjelma daun-daun mahoni yang runtuh di jalan Dan kau lewat tanpa memungut satupun daun-daun itu, membiarkannya kesepian Pada magribmu Saat burung-burung melantunkan nafiri Kental kecupmu kembali menjelma bayang-bayang mimpi Saat itulah wangi tubuhmu kembali [...]

Read the full story

Posted in Prosa Lirik, Puisi Alam, Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kesepian0 Comments

21 HARI DALAM KELEBATNYA PERTEMUAN

21 HARI DALAM KELEBATNYA PERTEMUAN Hamiddin   Malam menempel di halaman depan, serpihan anugerah berselip di kelebatnya pertemuan, ada cahaya yang membekas dan bermukin di raut wajahmu, entah cahaya apa itu, tapi yang jelas cahaya ini semakin meyakinkanku untuk semakin mengenal dan hidup dalam telaga yang kamu sebut percakapan. Senyum sebagai sambutmu akan hadirku telah [...]

Read the full story

Posted in Prosa Lirik0 Comments

22 HARI BELAJAR CINTA DARI PENDERITAAN

22 HARI BELAJAR CINTA DARI PENDERITAAN Hamiddin   Dalam lapar yang menghampar, mata, hidung, telinga, mulut, tangan, kaki, dan hati dilatih menjadi dirinya sendiri, belajar mengenal fitrahnya. Delapan hari lamanya, ruang ramadhan menorehkan rahasia-rahasia hidup dan bentuk-bentuk kasih sayang sang Pencipta kepada hamba-Nya dituangkan dalam padang ramadhan. Secara kasat mata dan jernihnya pikiran, ramadhan memang [...]

Read the full story

Posted in Prosa Lirik0 Comments

Gabung di Facebook

Kumpulan Puisi