Archive | Puisi Kecewa

Untuk Facebook Sephiaku

by Harits Masduqi Percayalah aku masih seperti yang dulu Yang selalu tersenyum melihat postingmu Senin lalu mobilmu yang kau ceritakan Sedang Selasa giliran rumah gedong yang kau munculkan Malah Rabu ini peletakan batu pertama vilamu yang menjulang Kamis, hmmm sawah kebunmu tampak luas membentang Eh Jum’at pagi-pagi kau malah berpose ala peragawati Dan sabtu wow [...]

Read the full story

Posted in Puisi Kecewa, Puisi Sahabat0 Comments

JANGAN MENGAKU SEBAGAI KEKASIHKU

Oleh Harits Masduqi Jangan mengaku sebagai kekasihku karena kau tak menemani di kala susahku Jangan mengaku tahu akan diriku karena dulu kau sibuk dengan angan romantismu Aku lelaki bukan cadangan Aku lelaki bukan pilihanJangan menepuk dada mengalahkanku Jangan mengira benar mencampakkanku Sebab waktu bukan untuk ditipu Sebab takdir siapa yang tahu Masa begitu cepat berlalu [...]

Read the full story

Posted in Puisi Kecewa0 Comments

AKU MILIKMU

oleh Hamiddin Segelas wine dan pesta malam adalah sepenggal cerita yang menyelinap di balik kelam saat subuh mulai menyentuh tubuh duniaku tinggal separuh Di sudut bar sebelah kanan panggung hiburan mata indahmu menjelma lampu: kuning merinding, merah marah, biru terharu, hijau sakau, putih perih, merah muda kau melepas cinta Malam ini adalah rumah kita, tempat [...]

Read the full story

Posted in Puisi Cinta, Puisi Kalut, Puisi Kecewa, Puisi Kenangan, Puisi Kesepian, Puisi Reflektif, Puisi Religi, Puisi Rindu, Puisi Romantis0 Comments

Hening Doa

Hening Doa oleh puitika.com Memungut ceritamu di dinding facebookku aku teringat helai-helai rambutmu ketika itu, pertemuan terlalu cepat berlalu seperti air mengalir ke hulu Malam ini ingin kubangun cerita rumput yang pernah kita injak di halaman depan dimana resahnya masih kita simpan menjadi kenangan menjadi kerinduan Cintaku adakah hening doamu untukku malam ini? 11 Oktober [...]

Read the full story

Posted in Puisi Cinta, Puisi Harapan, Puisi Kalut, Puisi Kecewa0 Comments

Karnaval Kata 12

Karnaval Kata 12 oleh Hamiddin   dari dulu hingga kemarin denyut apa yang berlarian meninggalkan kekalahan dari perang yang belum disudahkan   dengan kematian yang ditasbihkan kamboja dengan celuritku yang mencari aroma cinta kau yang masih berjiwa takkan bisa menggurat bait-bait hidup yang terahasia   Malang, Pebruari-2 Maret 2004

Read the full story

Posted in Prosa Lirik, Puisi Alam, Puisi Harapan, Puisi Kecewa0 Comments

AKU DISINI KARENA API

AKU DISINI KARENA API   Apimu yang kumiliki air menderu melepas muara garam-garam memercikkan bait-bait do`a reruntuhan kamarku terseret kelebat hutan tubuhku yang dililit akar pepohonan melapuk lumut di seberang jalan sekoci anggur merambah merontokkan daun-daun sujudku dan sajak tasbihku hilang biji-biji makna aku masih di sini karena api yang terus membara   Batu, 8 [...]

Read the full story

Posted in Puisi Kecewa0 Comments

MAKAN MALAM

MAKAN MALAM Maghrib menggelepar-gelepar di atas cakrawala Seutuhnya petang membangun kegelapan Gemuruh takbir, yang kau tepis ke pinggir-pinggir jalan Memerahkan mata anak jalanan   Kapan kita lanjutkan makan malam kita? Sementara sore semakin lusuh oleh kekalahan kita.   Malang, April 2002 (hamiddin:puitika.com)

Read the full story

Posted in Puisi Kecewa0 Comments

MENGAPA

MENGAPA Akhmad Tabrani   mengapa tak kausebut saja berapa jumlah matahari yang kau butuhkan untuk membakar seluruh dupa kesunyian agar kembali lagi hasratku menunggumu sebab itu lebih baik daripada kesepian yang menungguku. mengapa kau tak terus terang menjawabkan tanya tentang bunga pukul empat yang selalu gelisah ketika matahari berjalan-jalan mengelantangkan kelopaknya sebab senyummu saja sudah [...]

Read the full story

Posted in Puisi Kecewa0 Comments

MEMBACA ALBUM

MEMBACA ALBUM   Di ujung hembusan angin Debu-debu melecut derapnya, Masa lalu mencatat album tanah dan memoriar luka Kemanakah lorong sungai mengalir kau bawa? Dengan rembang yang meradang seadanya Bingkai hidup memasung aroma tembakau dan kehangatan batu-batu Biarkan musim mengorek gigirnya Karena sebentar lagi gerimis…  kemudian hujan Sementara kita akan mencari teduh Sembari menafsirkan lepuhnya [...]

Read the full story

Posted in Puisi Kecewa0 Comments


Gabung di Facebook

Kumpulan Puisi