Categorized | Puisi Reflektif

ELEGI KEMARAU

Norani yang tertoreh luka
dalam remang senja tengadah pasrah

Gerai setangkup awan
di pelupuk dermaga asa
aku rebah, aku terpatah-patah
menoreh luka, menata rintih hati berdarah
Menanti esok,…
dalam kepagian derai hujan

terkatup pintu langit
tergores oleh lelaku dosa alam

Bara yang biru diantara batu
kerak yang kering dipangku terik masih tersisa luka, masih tersisa derai air mata

Elegi kemarau hari ini
menyisakan perih,…
melebur keriput bunga yang merintih

Sumenep, 04 Sept 2012

Leave a Reply

Gabung di Facebook

Kumpulan Puisi